NYANTRI KILAT PEACESANTREND PAC IPNU IPPNU PALANG 2025
Palang, 23 Ramadhan 1446 H – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Palang sukses menggelar Nyantri Kilat Peacesantrend 2025 di MTs Hidayatush Shibyan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini diikuti oleh 53 peserta dari berbagai Pimpinan Ranting dan Komisariat IPNU IPPNU Kecamatan Palang, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai pesantren, membangun karakter santri milenial, serta meningkatkan wawasan kebangsaan di era digital.
Kegiatan ini diawali dengan registrasi peserta pada pagi hari, dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Ketua MWC NU Palang dan Kepala MTs Hidayatush Shibyan. Dalam sambutannya, mereka menekankan pentingnya mempersiapkan generasi santri yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Peserta mendapat suntikan motivasi dari narasumber inspiratif Rekanita Lailatul I'zaati M.Pd guna membentuk karakter pelajar yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab. Tidak hanya itu, acara juga dikemas lebih fun dan engaging dengan adanya game fun, yang memperkuat semangat kebersamaan dan teamwork antar peserta.
Sebagai kegiatan yang berfokus pada pembelajaran ala pesantren, rangkaian ibadah dan kajian keislaman menjadi menu utama. Peserta mengikuti shalat berjamaah, mulai dari shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya', hingga Tahajud dan Subuh. Kegiatan semakin syahdu dengan adanya Gebyar Sholawat dalam rangka harlah IPNU ke-71 dan IPPNU ke-70, yang bertujuan untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta memperkokoh spiritualitas generasi muda.
Ketua PAC IPNU Palang, Yogi Sucipto, berharap kegiatan ini terus menjadi program unggulan tahunan, dengan cakupan peserta yang semakin luas. "Kami ingin menanamkan semangat belajar ala pesantren kepada para pelajar, sekaligus memperkuat karakter mereka sebagai generasi Islam yang moderat, inovatif, dan cinta tanah air," ujarnya.
Dengan suksesnya Nyantri Kilat Peacesantrend 2025, diharapkan semakin banyak pelajar tertarik mendalami ilmu agama, aktif dalam organisasi NU, serta menjadi santri yang tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan era digital.